Jumaat, Ogos 06, 2010

Assalamulikom ..... semoga antum semua sihat wa`lafiat..
Ilmu ditadah dibuat acuan agar mendatangkan manfaat bersama. Ingin diri ini menyedarkan muslimah di luar sana. Hati ini tergerak untuk mencoretkan bait-bait peringatan bersama setelah membaca salah satu majalah yang menceritakan mengenai hal ini.


Duhai muslimah...
Jangan mudah tertipu, bukan tertipu dengan lelaki ajnabi seperti yang kebiasaannya diuar-uarkan. Tapi...tolong jangan mudah tertipu dengan keindahan pelbagai warna dalam berpakaian yang hebat dipertontonkan di luar sana. Apa ertinya busana muslimah? Adakah maksudnya tudung-tudung yang berjenama artis-artis terkenal di Malaysia?









Lihatlah akhbar, tidak kurang juga majalah. Busana muslimah dan bermacam-macam fesyen di luar sana yang dikatakan sebagai sesuai untuk muslimah kerana selamat dan menutup aurat. Kebanyakannya tidak menepati syarak dan hanya melanggar apa yang dikatakan sebagai tabarruj.


Serius…
Hati saya sebagai muslimah turut tertarik dan teruja tapi sayangnya ia hanyalah busana dan tidak sesuai untuk muslimah. Kenapa? Bukan semua busana muslimah yang cantik dan menarik ini menepati hukum syarak. Kita dikaburi dengan mainan warna yang indah dan seterusnya menjerat hawa nafsu untuk membeli. Dan nawaitu memakainya juga mungkin akan berubah sama sekali.


Firman Allah:


“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”



[Al-A’raaf ayat 26]
Tudung sepatutnya dipakai untuk menutup rambut. Tetapi malangnya, tudung dipakai di atas paras dada. Ini tidak menjadi hal utama bagi muslimah sekarang, asalkan rambut dapat ditutup mengikut syarat dan yang paling penting adalah menarik. Wanita itu sendiri sudah semestinya punyai daya tarikan tetapi mereka telah ditipu dengan fesyen-fesyen yang akan membawa kepada daya tarikan yang lebih. Persoalannya, kita mahu menarik perhatian siapa? Siapakah insan-insan yang layak melihat keindahan perhiasan-perhiasan ini?




Firman Allah:


Katakanlah kepada wanita yang beriman:
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
[Surah an-Nur ayat 31]

Apa ertinya bagi seorang muslimah, andai dia hanya mampu menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, tetapi faktor utama iaitu perhiasannya sendiri dengan mudah dipertontonkan. Bukankah ia tidak sempurna malahan mencacatkan penampilan? Saya tidak mengatakan saya lebih baik. Ini hanyalah sedikit kata-kata peringatan kepada saya dan untuk semua muslima yang dikasihi Allah di luar sana. Kita adalah perhiasan, tetapi pilihan untuk menjadi perhiasan terindah terletak pada diri sendiri. Sama ada ingin menjadi perhiasan yang mahal dan berharga tetapi tidak menarik perhatian dan tidak mudah dibawa mahupun disentuh ataupun perhiasan yang mudah dibawa ke mana-mana, mudah pula dipegang dan disentuh tidak kira masa serta mudah juga menjadi santapan pandangan yang tidak berhak.


Duhai muslimah…
Sekalipun insan sekeliling mengakui keburukanmu sekalipun, telah terlitup indah auratmu mengikut syarak dengan warna yang buruk. Namun andai ia lebih mendapat redha Allah, inilah pilihan untukmu yang terbaik. Namun diri hina ini juga tidak mampu untuk menghalang keinginan dan kebebasan dalam mempertontonkan perhiasan-perhiasan kalian. Ingatlah, cantiknya seorang isteri, layaknya hanya di mata suami. Cantiknya seorang puteri, layaknya hanya pada pandangan ibu bapa untuk menjaga dan memelihara dirinya sebelum dimiliki. Seorang muslimah itu tinggi martabatnya dalam Islam. Semoga penghargaan dari Allah ini akan kekal bertahan dan tidak mudah rebah menyembah bumi. Sedarlah sebelum semuanya terlambat.


Selamat beramal…












“Wahai Allah…Wahai Allah yg kami sembah, Wahai Allah…Pada-Mu satu-satunya tempat pergantungan hati kami…Engkaulah Rabb yg Maha Pemurah dan Pengasih, Maha Perkasa dan Maha Suci Engkaulah yang mampu menetapkan hati-hati kami di jalan yg Engkau redhai…Ya Allah, permudahkan bagi kami istiqamah di dalam amalan kami…dan matikan hati-hati kami dalam mencintai dunia yg melalaikan